Kamis, 29 Agustus 2024

Peran Pengawas Sekolah dalam Mendorong Inovasi Pembelajaran di Era Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka menuntut inovasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Salah satu peran penting yang diemban pengawas sekolah adalah memastikan penerapan model pembelajaran yang cocok dan ideal dengan perkembangan peserta didik, seperti pembelajaran berbasis proyek (Project-based Learning) dan pembelajaran berdiferensiasi. Dalam kenyataannya, praktik pembelajaran seringkali ditemukan berbagai kendala yang menghambat proses transformasi dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas.

Tantangan dalam Penerapan Pembelajaran Inovatif

  • Keterbatasan Pengetahuan dan Keterampilan: Kepala sekolah dan guru masih banyak yang merasa kurang siap dalam menerapkan pembelajaran yang berinovasi. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan keterampilan terkait metode pembelajaran dan asesmen yang baru.
  • Ketergantungan pada Penilaian Tulis: Guru cenderung lebih nyaman menggunakan penilaian tulis sebagai satu-satunya instrumen penilaian, padahal penilaian autentik seperti observasi, proyek, dan portofolio juga sangat penting untuk mengukur kemampuan peserta didik secara komprehensif.
  • Keterbatasan Sumber Daya dan Dukungan Teknis: Beberapa sekolah masih terkendala dengan keterbatasan sumber daya, baik itu sumber daya manusia maupun sarana prasarana, yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran yang inovatif.

Solusi yang Dapat Diterapkan

  • Pengembangan Profesional Berkelanjutan: Pengawas sekolah perlu secara aktif mengadakan pelatihan dan pengembangan profesional yang berfokus pada metode pembelajaran dan asesmen yang relevan dengan Kurikulum Merdeka. Pelatihan ini dapat mencakup pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berdiferensiasi, dan penilaian autentik.
  • Pendekatan Kolaboratif: Pengawas sekolah perlu membangun kolaborasi yang kuat dengan kepala sekolah dan guru. Melalui pendekatan kolaboratif, pengawas sekolah dapat memberikan dukungan, bimbingan, dan motivasi kepada guru dalam menerapkan pembelajaran yang inovatif.
  • Pemanfaatan Teknologi: Pengawas sekolah dapat memotivasi guru dan kepala sekolah agar menggunakan perkembangan teknologi dalam proses pembelajaran dan asesmen. Dengan memanfaatkan teknologi, pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan interaktif, serta memudahkan dalam mengelola data hasil asesmen.

Peran Pengawas Sekolah sebagai Fasilitator Perubahan

Untuk mengatasi tantangan tersebut, pengawas sekolah memiliki peran yang sangat penting sebagai fasilitator perubahan. Pengawas perlu:

  • Menjadi Model: Pengawas sekolah perlu menjadi contoh bagi guru dengan menunjukkan praktik-praktik terbaik dalam pembelajaran.
  • Memberikan Umpan Balik yang Konstruktif: Pengawas sekolah perlu memberikan umpan balik yang konstruktif kepada kepala sekolah dan guru setelah setelah kepala sekolah melakukan observasi kelas. Umpan balik ini dapat berupa saran perbaikan atau penguatan terhadap praktik yang sudah baik.
  • Membangun Komunitas Belajar: Pengawas sekolah dapat memfasilitasi terbentuknya komunitas belajar di antara guru dan memfasilitasi kegiatan komunitas untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan.

Penerapan pembelajaran yang inovatif seperti pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran berdiferensiasi merupakan kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan Kurikulum Merdeka. Peran pengawas sekolah sangat penting untuk memotivasi dan memfasilitasi proses transformasi pembelajaran di sekolah. Dengan dukungan yang tepat, kepala sekolah dan guru dapat mengatasi berbagai kendala dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik. {Abusyix}