Budaya bersalaman setiap pagi telah menjadi tradisi yang tak terpisahkan di hampir semua sekolah. Setiap hari, peserta didik dan guru saling berjabat tangan sebagai tanda sapa dan penghormatan.
Salam salaman ini bukan hanya sekedar kebiasaan,
tetapi juga cara sekolah membangun hubungan yang harmonis dan saling
menghormati. Selain menciptakan suasana yang hangat, kebiasaan ini juga dinilai
efektif untuk meningkatkan kedisiplinan siswa dan menumbuhkan rasa percaya
diri.
Dalam upaya meningkatkan kedisiplinan dan mempererat
hubungan antar warga sekolah, maka sekolah membudayakan tradisi salam-salaman
di waktu pagi. Program ini biasanya dilaksanakan bagi semua pesrta didik dan
guru setiap pagi di pintu pagar saat memasuki sekolah.
Program salam-salaman diharapkan dapat menjadi
contoh baik bagi semua warga sekolah dan berdampak positif bagi perkembangan peserta
didik. Dampak positif yang diharapkan adalah membangun hubungan baik antar
warga sekolah, meningkatkatkan rasa percaya diri, menumbuhkan rasa hormat, dan
meningkatkan kedisipilinan. Selain itu bersalaman antar warga sekolah juga
diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menanamkan nilai-nilai
sosial.
Bersalaman antara guru dan peserta didik dapat menciptakan
hubungan yang baik antar warga sekolah
yaitu mempererat ikatan emosional antara guru dan peserta didik, membuat
peserta didik merasa lebih nyaman dan dihargai oleh gurunya.
Sapaan hangat dari guru saat bersalaman dapat
meningkatkan kepercayaan diri peserta didik, terutama bagi peserta didik yang pemalu atau merasa
kurang percaya diri. Peserta didik bersalaman dengan guru mengajarkan peserta
didik untuk menghormati orang lain, terutama orang yang lebih tua dari mereka.
Bersalaman menjadi salah satu bentuk rutinitas yang baik
dan perlu dilakukan untuk membantu peserta didik terbiasa dengan kedisiplinan
karena guru dapat memantaunya setiap hari. Bersalaman yang dilakukan dengan
tulus dapat menciptakan suasana kelas yang hangat, kondusif dan mendukung
proses pembelajaran. Salam-salamana yang dilakukan dengan rutin mengajarkan peserta
didik tentang pentingnya bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain.
Saat bersalaman perlu memperhatikan tata cara
bersalaman yaitu menyampaikan salam dengan senyuman dan tatapan mata yang
ramah, memperhatikan etika dan budaya yang berlaku dalam masyarakat, pastikan
tangan dalam kondisi bersih sebelum bersalaman.
Budaya bersalaman di sekolah merupakan investasi
jangka panjang yang sangat berharga. Melalui tindakan sederhana ini, kita dapat
membangun generasi muda yang memiliki karakter yang kuat, berprestasi, dan
mampu bersosialisasi dengan baik. Mari kita terus mendorong dan mempertahankan
tradisi baik ini agar sekolah menjadi tempat yang nyaman, menyenangkan, dan
inspiratif bagi semua. (Abusyix)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar