Kamis, 07 November 2024

Budaya Bersalaman Merupakan Kunci Membangun Karakter di Sekolah

Budaya bersalaman setiap pagi telah menjadi tradisi yang tak terpisahkan di hampir semua sekolah. Setiap hari, peserta didik dan guru saling berjabat tangan sebagai tanda sapa dan penghormatan.

Salam salaman ini bukan hanya sekedar kebiasaan, tetapi juga cara sekolah membangun hubungan yang harmonis dan saling menghormati. Selain menciptakan suasana yang hangat, kebiasaan ini juga dinilai efektif untuk meningkatkan kedisiplinan siswa dan menumbuhkan rasa percaya diri.

Dalam upaya meningkatkan kedisiplinan dan mempererat hubungan antar warga sekolah, maka sekolah membudayakan tradisi salam-salaman di waktu pagi. Program ini biasanya dilaksanakan bagi semua pesrta didik dan guru setiap pagi di pintu pagar saat memasuki sekolah.

Program salam-salaman diharapkan dapat menjadi contoh baik bagi semua warga sekolah dan berdampak positif bagi perkembangan peserta didik. Dampak positif yang diharapkan adalah membangun hubungan baik antar warga sekolah, meningkatkatkan rasa percaya diri, menumbuhkan rasa hormat, dan meningkatkan kedisipilinan. Selain itu bersalaman antar warga sekolah juga diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menanamkan nilai-nilai sosial.

Bersalaman antara guru dan peserta didik dapat menciptakan hubungan yang baik antar warga sekolah  yaitu mempererat ikatan emosional antara guru dan peserta didik, membuat peserta didik merasa lebih nyaman dan dihargai oleh gurunya.

Sapaan hangat dari guru saat bersalaman dapat meningkatkan kepercayaan diri peserta didik,  terutama bagi peserta didik yang pemalu atau merasa kurang percaya diri. Peserta didik bersalaman dengan guru mengajarkan peserta didik untuk menghormati orang lain, terutama orang yang lebih tua dari mereka.

Bersalaman menjadi salah satu bentuk rutinitas yang baik dan perlu dilakukan untuk membantu peserta didik terbiasa dengan kedisiplinan karena guru dapat memantaunya setiap hari. Bersalaman yang dilakukan dengan tulus dapat menciptakan suasana kelas yang hangat, kondusif dan mendukung proses pembelajaran. Salam-salamana yang dilakukan dengan rutin mengajarkan peserta didik tentang pentingnya bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain.

Saat bersalaman perlu memperhatikan tata cara bersalaman yaitu menyampaikan salam dengan senyuman dan tatapan mata yang ramah, memperhatikan etika dan budaya yang berlaku dalam masyarakat, pastikan tangan dalam kondisi bersih sebelum bersalaman.

Budaya bersalaman di sekolah merupakan investasi jangka panjang yang sangat berharga. Melalui tindakan sederhana ini, kita dapat membangun generasi muda yang memiliki karakter yang kuat, berprestasi, dan mampu bersosialisasi dengan baik. Mari kita terus mendorong dan mempertahankan tradisi baik ini agar sekolah menjadi tempat yang nyaman, menyenangkan, dan inspiratif bagi semua. (Abusyix)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar