Sabtu, 14 September 2024

Tanggapan Guru tentang Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka yang dicanangkan oleh Nadiem Makarim telah membawa perubahan baru dalam dunia pendidikan di Indonesia. Kurikulum ini menekankan pada pengembangan kemampuan siswa secara holistik, dengan fokus pada pembelajaran yang aktif, berpusat pada siswa, dan relevan dengan kehidupan nyata. Namun, dalam praktik nyata di sekolah, para guru masih banyak  menghadapi tantangan dan hambatan, guru juga berusaha untuk menemukan berbagai solusi.

Proses Pembelajaran yang Lebih Menarik

Salah satu kelebihan dan keunggulan Kurikulum Merdeka adalah pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Guru berupaya menciptakan suasana belajar yang aktif dan kontekstual sesuai dengan kondisi di lingkungan siswa, di mana siswa tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Materi pelajaran dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan relevan.

Pembelajaran berdiferensiasi juga menjadi sorotan dalam Kurikulum Merdeka. Guru menyadari bahwa setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga perlu adanya penyesuaian metode dan materi pembelajaran. Melalui proyek-proyek kelompok dan aktivitas yang bervariasi, siswa dapat belajar sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing.

Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan salah satu inovasi dalam Kurikulum Merdeka. P5 ini bertujuan untuk mengembangkan karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Namun, dalam pelaksanaannya, guru masih terus mencari cara yang efektif untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap pembelajaran.

Asesmen yang Lebih Holistik

Kurikulum Merdeka juga membawa perubahan pada sistem asesmen. Asesmen formatif dilakukan secara berkala untuk memantau perkembangan siswa dan memberikan umpan balik yang konstruktif. Asesmen sumatif digunakan untuk mengukur pencapaian siswa di akhir periode pembelajaran, sedangkan asesmen otentik menilai kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas yang relevan dengan kehidupan nyata.

Penilaian keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas juga menjadi bagian penting dalam Kurikulum Merdeka. Guru mendorong siswa untuk menggunakan portofolio dan refleksi diri untuk menunjukkan perkembangan kemampuan mereka.

Tantangan dan Solusi

Meskipun Kurikulum Merdeka menawarkan banyak manfaat, para guru juga menghadapi sejumlah tantangan dalam implementasinya. Salah satu tantangan terbesar adalah bagaimana memfasilitasi pembelajaran yang aktif dan kontekstual bagi semua siswa. Selain itu, guru juga perlu menyesuaikan metode dan materi pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan dan karakter yang beragam dari siswa.

Tantangan lainnya adalah dalam mengintegrasikan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran. Guru perlu menemukan cara yang praktis untuk menggabungkan nilai-nilai tersebut dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari di kelas.

Dalam hal asesmen, guru menghadapi kesulitan dalam mendesain dan mengukur keterampilan praktis siswa. Selain itu, mengatur asesmen yang sesuai untuk setiap siswa juga menjadi tantangan tersendiri.

Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, guru telah melakukan berbagai upaya. Beberapa di antaranya adalah memulai dengan aktivitas pembelajaran yang sederhana, menggunakan asesmen awal untuk mengetahui titik awal kemampuan siswa, serta mengikuti pelatihan dan memanfaatkan teknologi yang relevan. Guru juga mengembangkan rubrik penilaian yang terperinci dan melakukan kolaborasi dengan guru mata pelajaran lain.

Kesimpulan

Kurikulum Merdeka diharapkan dapat membawa perubahan yang signifikan dalam dunia pendidikan. Meskipun masih banyak tantangan yang perlu diatasi, para guru terus berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi siswa. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan Kurikulum Merdeka dapat mewujudkan tujuannya untuk menciptakan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan dan perubahan di masa depan. (Abusyix)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar