Kamis, 23 Oktober 2025

SMP Negeri 2 Kuta Makmur Kirim Atlet Berprestasi ke Seleksi PPLP


Wartasikula.blogspot.com, Kuta Makmur - Semangat berprestasi di bidang olahraga kembali ditunjukkan oleh SMP Negeri 2 Kuta Makmur. Sebanyak 16 siswa dari sekolah ini turut serta dalam ajang olahraga tingkat daerah yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Aceh Utara di GOR Panglateh Lhoksukon pada tanggal 20 September 2025. Mereka berlaga di berbagai cabang olahraga seperti tenis meja, bulu tangkis, dan atletik. Partisipasi ini menjadi bagian dari program pembinaan minat dan bakat siswa, serta langkah awal menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi, termasuk peluang bergabung dalam Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP).

Dari total peserta yang dikirim, cabang tenis meja menjadi yang paling banyak diikuti, dengan 16 atlet mewakili SMP Negeri 2 Kuta Makmur. Mereka merupakan hasil seleksi ketat di tingkat sekolah serta telah menjalani pembinaan intensif selama beberapa bulan.

Peserta putri yang memperkuat tim tenis meja terdiri dari Ulfa Mahhira, Rifa Aulia, Nur Faiza, Nurlaila, Sausan Assafira, Putri Saleha, dan Putri Bahraini. Sementara itu, sektor putra diperkuat oleh Muhammad Al Qadri, Khairul Ahyar, M. Khalil, Alfi Zannur, M. Revan, Resky Asyqal, M. Ikram, Sibral Dawil Qiram, dan M. Azriel.

Prestasi membanggakan datang dari Ulfa Mahhira, salah satu atlet muda berbakat dari sekolah ini. Ia berhasil lolos seleksi menuju PPLP setelah menunjukkan performa gemilang di tingkat daerah. Ulfa menjadi satu-satunya wakil dari SMP Negeri 2 Kuta Makmur yang berhasil menembus seleksi bergengsi tersebut. Ia akan bergabung bersama dua atlet lain dari SMA Negeri 1 Syamtalira Bayu, yaitu Cut Rauzatul Syifa dan Nur Farizah.

Keberhasilan Ulfa ini disambut dengan penuh kebanggaan oleh pihak sekolah. Ia dinilai sebagai sosok inspiratif bagi teman-temannya karena kegigihan dan kerja kerasnya dalam berlatih. “Saya sangat senang bisa lolos ke tahap PPLP. Ini berkat dukungan guru, teman-teman, dan orang tua. Saya akan berusaha lebih keras lagi agar bisa membawa nama baik sekolah dan daerah,” ungkap Ulfa dengan penuh semangat.

Selain tenis meja, SMP Negeri 2 Kuta Makmur juga menunjukkan eksistensinya di cabang olahraga bulu tangkis. Sekolah ini mengirimkan atlet untuk kategori perseorangan maupun beregu, baik putra maupun putri.

Untuk kategori perseorangan putra, nama-nama seperti Khairul Akhyar, Syibral Zawil Qiram, M. Revan, dan Alfi Zannur tampil mewakili sekolah. Sementara untuk perseorangan putri, ada Putri Saleha dan Nurfaiza yang siap bersaing dengan atlet-atlet dari sekolah lain.

Pada kategori beregu, SMPN 2 Kuta Makmur menurunkan dua tim di sektor putra dan satu tim di sektor putri. Tim beregu putri diperkuat oleh Ulfa Mahhira, Rifa Aulia, Siti Makfirah, dan Nurlaila. Sementara itu, tim beregu putra I beranggotakan Muhammad Al Qadri, Muhammad Khalil, dan Resky Asyqal. Untuk beregu putra II, skuad diisi oleh Rafka Rouzan, Rajulul Qiram, Muhammad Azriel, dan Nabil Annafis.

Meski belum semua pertandingan selesai digelar, antusiasme para atlet dan dukungan penuh dari pihak sekolah membuat para siswa semakin termotivasi. Kepala sekolah bahkan turut hadir dalam beberapa sesi latihan untuk memberikan semangat secara langsung.

Kepala SMP Negeri 2 Kuta Makmur, Mufriza, S.Pd.,yang didamiping guru pelatih, M.Jalil, menyampaikan rasa bangganya terhadap pencapaian dan semangat juang para siswanya. Dalam pernyataannya, beliau menegaskan bahwa prestasi non-akademik seperti olahraga merupakan bagian penting dari proses pendidikan yang utuh.

“Kami bangga dengan partisipasi aktif siswa-siswi kami di berbagai cabang olahraga. Ini adalah bukti bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui kegiatan ekstrakurikuler yang membangun karakter, kedisiplinan, dan semangat juang,” ujar Mufriza.

Beliau juga menambahkan bahwa sekolah akan terus memberikan dukungan maksimal bagi para siswa yang berpotensi di bidang olahraga. Dukungan tersebut tidak hanya berupa fasilitas latihan, tetapi juga pembinaan mental dan motivasi agar para siswa mampu menjaga semangat serta fokus dalam berprestasi.

Melalui keterlibatan dalam ajang olahraga daerah ini, SMP Negeri 2 Kuta Makmur berharap dapat menumbuhkan semangat sportivitas dan kompetisi sehat di kalangan siswa. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah penting bagi siswa untuk mengasah kemampuan, belajar kerja sama tim, serta membangun karakter pantang menyerah.

Kegiatan olahraga seperti ini diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi di tingkat kabupaten atau provinsi, tetapi juga menjadi langkah awal bagi para atlet muda untuk menembus level nasional. Dengan semangat dan kerja keras, para siswa diharapkan dapat membawa nama baik sekolah dan daerah di kancah yang lebih luas.

SMP Negeri 2 Kuta Makmur pun berkomitmen untuk terus melahirkan generasi muda yang berprestasi, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam bidang olahraga dan kegiatan ekstrakurikuler lainnya. Dengan dukungan penuh dari guru, orang tua, serta pihak sekolah, prestasi demi prestasi diyakini akan terus bermunculan dari sekolah ini.

Keberhasilan Ulfa Mahhira dan rekan-rekannya menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat juang tinggi dapat membuka jalan menuju prestasi gemilang. Sekolah berharap semangat tersebut dapat menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus berusaha dan tidak mudah menyerah dalam mencapai cita-cita mereka. (mj)



Rabu, 22 Oktober 2025

Siswa SMP Negeri 2 Kuta Makmur Mengukir Prestasi di Lomba Lari 400 Meter

Kuta Makmur - Semangat juang dan kerja keras para siswa SMP Negeri 2 Kuta Makmur kembali membuahkan hasil gemilang. Dalam ajang lomba atletik tingkat kabupaten yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Aceh Utara di Stadion Lhokseumawe, para atlet muda dari sekolah tersebut sukses mengukir prestasi membanggakan, khususnya pada nomor lari 400 meter.

Kegiatan ini merupakan hasil dari rapat koordinasi yang dilaksanakan pada Senin, 13 Oktober 2025, di kantor Disporapar Aceh Utara. Dalam rapat tersebut, pihak penyelenggara bersama wasit atletik telah menyusun jadwal resmi pelaksanaan lomba. Berdasarkan keputusan rapat, cabang atletik akan dimulai pada Kamis, 16 Oktober 2025, dengan pelaksanaan beberapa nomor sekaligus, yakni lari 100 meter (putra dan putri) untuk babak semifinal, lari 400 meter (penyisihan), dan lompat jauh (final).

Pada hari berikutnya, Jumat, 17 Oktober 2025, dilanjutkan dengan babak semifinal lari 400 meter serta final untuk nomor lempar cakram, lempar lembing, dan tolak peluru. Sedangkan puncak acara akan berlangsung pada Sabtu, 18 Oktober 2025, dengan pelaksanaan final lari 100 meter dan 400 meter untuk kategori putra dan putri. Seluruh kegiatan berlangsung di Stadion Lhokseumawe dan dijadwalkan dimulai tepat pukul 08.30 WIB. Panitia menekankan pentingnya disiplin waktu kepada seluruh peserta dan pendamping agar pelaksanaan lomba berjalan lancar dan tertib.

Dalam ajang bergengsi ini, siswa-siswi SMP Negeri 2 Kuta Makmur menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Salah satu cabang yang menjadi sorotan adalah lari 400 meter putri, di mana Siti Makfirah, siswi  SMP Negeri 2 Kuta Makmur, berhasil meraih juara 1 dengan catatan waktu yang mengesankan. Siti tampil luar biasa sejak babak penyisihan hingga final, menunjukkan ketenangan dan strategi berlari yang matang. Di tengah sorak-sorai penonton, ia mampu mempertahankan kecepatan stabil dari awal hingga garis finis, meninggalkan lawan-lawannya dengan jarak yang cukup jauh.

“Saya sangat bersyukur bisa memberikan hasil terbaik untuk sekolah. Semua ini berkat dukungan guru, teman-teman, dan terutama pelatih yang terus membimbing saya selama latihan,” ungkap Siti Makfirah dengan penuh haru setelah menerima medali emas. Ia berharap prestasinya ini dapat menjadi inspirasi bagi teman-teman lain untuk terus berusaha dan pantang menyerah dalam mengejar impian.

Kepala SMP Negeri 2 Kuta Makmur, Mufriza, S.Pd., turut hadir mendampingi para siswa selama kegiatan berlangsung. Dalam keterangannya, beliau menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam terhadap semangat juang para siswa. “Kami sangat bangga dengan partisipasi aktif siswa-siswi kami di berbagai cabang olahraga, terutama dalam nomor lari 400 meter ini. Prestasi yang diraih oleh Siti Makfirah menjadi bukti nyata bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil,” ujarnya dengan penuh kebanggaan.

Pelatih olahraga SMP Negeri 2 Kuta Makmur, M. Jalil, yang juga turut mendampingi para atlet selama latihan dan kompetisi, menjelaskan bahwa keberhasilan Siti Makfirah dan rekan-rekannya dalam ajang ini tidak datang secara instan. Latihan rutin yang dilakukan setiap sore, disiplin dalam menjaga pola makan dan waktu istirahat, serta semangat kebersamaan antaranggota tim menjadi kunci utama keberhasilan mereka. “Kami membiasakan anak-anak untuk tidak mudah menyerah. Lari 400 meter bukan hanya tentang kecepatan, tapi juga tentang ketahanan dan strategi. Siti berhasil membuktikan bahwa konsistensi dalam latihan membuahkan hasil luar biasa,” ungkap M. Jalil.

Prestasi yang diraih oleh Siti Makfirah menjadi motivasi besar bagi seluruh warga sekolah. Tak hanya membawa pulang medali emas dan piagam penghargaan, namun juga membawa kebanggaan dan semangat baru bagi SMP Negeri 2 Kuta Makmur untuk terus berprestasi di bidang olahraga. Para siswa yang berpartisipasi diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi teman-teman mereka untuk ikut aktif dalam kegiatan positif di sekolah.

Selain itu, keikutsertaan dalam ajang seperti ini juga menjadi ajang pembelajaran penting tentang arti sportifitas dan kerja keras. Dalam dunia olahraga, kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan, melainkan proses perjuangan dan semangat pantang menyerah yang menjadi nilai utama. SMP Negeri 2 Kuta Makmur berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan potensi siswa dalam bidang non-akademik, agar mereka tumbuh menjadi generasi muda yang unggul, sehat, dan berkarakter.

Mufriza menambahkan, pihak sekolah akan terus bekerja sama dengan Disporapar dan instansi terkait untuk meningkatkan pembinaan atlet pelajar. “Kami ingin siswa-siswi kami tidak hanya berprestasi di tingkat kabupaten, tetapi juga bisa melangkah ke tingkat provinsi bahkan nasional. Kami percaya, dengan latihan yang terarah dan dukungan dari semua pihak, hal itu bukanlah hal yang mustahil,” tuturnya optimistis.

Ajang lomba atletik tahun ini pun menjadi momentum penting bagi SMP Negeri 2 Kuta Makmur untuk memperkuat posisi mereka sebagai sekolah yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga aktif berkontribusi dalam dunia olahraga. Dengan semangat sportifitas, kerja keras, dan dukungan penuh dari sekolah serta orang tua, para siswa diharapkan terus menorehkan prestasi dan membawa nama baik sekolah di kancah yang lebih luas.

Melalui pencapaian Siti Makfirah di lomba lari 400 meter ini, SMP Negeri 2 Kuta Makmur membuktikan bahwa semangat juang dan tekad kuat adalah kunci utama menuju kesuksesan. Semoga prestasi ini menjadi awal dari banyak keberhasilan lainnya yang akan diraih di masa depan.

Sabtu, 21 Juni 2025

Ancaman Senyap yang Mengintai Masa Depan Anak Tidak Naik Kelas

Keputusan untuk tidak menaikkan seorang siswa ke tingkat kelas berikutnya bukanlah hal yang sepele. Di balik keputusan tersebut, tersembunyi serangkaian dampak negatif yang bisa sangat signifikan, mengintai masa depan siswa secara menyeluruh. Lebih dari sekadar penundaan akademis, tidak naik kelas bisa memicu masalah psikologis yang mendalam, kerugian materi dan waktu yang substansial, hingga risiko sosial yang berpotensi menghancurkan semangat belajar dan bahkan mengancam kelanjutan pendidikan. Memahami dampak-dampak ini adalah langkah krusial bagi orang tua, guru, dan pembuat kebijakan untuk mencari solusi yang lebih efektif demi keberhasilan setiap anak.

Luka di Balik Dinding Psikologis

Dampak paling langsung dan seringkali paling merusak dari tidak naik kelas adalah pada kondisi psikologis siswa. Bayangkan seorang anak yang melihat teman-teman sebaya mereka melangkah maju, sementara ia harus tetap tinggal di kelas yang sama. Perasaan malu dan minder akan segera menghampiri, mengikis rasa percaya diri yang vital dalam proses belajar dan bersosialisasi. Siswa mungkin merasa berbeda, tidak sepintar teman-temannya, atau bahkan merasa menjadi beban.

Perasaan ini tidak berhenti sampai di situ. Keputusan untuk tidak naik kelas juga dapat memicu stres dan beban yang luar biasa. Siswa bisa merasakan tekanan dari ekspektasi orang tua, guru, dan bahkan dari diri sendiri. Mereka mungkin merasa bahwa mereka telah mengecewakan banyak pihak, yang pada akhirnya dapat memicu kecemasan berlebihan setiap kali mereka menghadapi pelajaran atau ujian. Stres yang berkepanjangan ini dapat berdampak buruk pada kesehatan mental mereka secara keseluruhan.

Yang paling mengkhawatirkan, tidak naik kelas dapat menyebabkan kehilangan motivasi yang signifikan. Mengulang pelajaran yang sama, ditambah dengan perasaan negatif yang terus-menerus, bisa membuat siswa kehilangan gairah untuk belajar. Mereka mungkin merasa bahwa usaha mereka sia-sia, sehingga minat terhadap pendidikan menurun drastis. Motivasi adalah bahan bakar utama dalam proses belajar, dan ketika bahan bakar ini habis, sulit bagi siswa untuk kembali bersemangat mengejar ketertinggalan. Rasa malu dan minder juga semakin diperparah ketika siswa harus menjadi yang tertua atau satu-satunya yang mengulang di kelasnya, menciptakan perasaan terasing yang mendalam.

Badai Sosial yang Mengancam Lingkungan Belajar

Selain dampak psikologis, tidak naik kelas juga membawa serta serangkaian konsekuensi sosial yang merugikan. Salah satunya adalah stigma negatif. Siswa yang tidak naik kelas seringkali mendapatkan label atau pandangan buruk dari teman sebaya, guru, dan bahkan masyarakat umum. Mereka mungkin dicap sebagai "anak bodoh," "malas," atau "tidak mampu." Stigma ini bisa sangat merusak harga diri siswa dan membuat mereka merasa tidak diterima di lingkungan sekolah.

Dalam beberapa kasus yang lebih ekstrem, siswa yang tidak naik kelas bisa menjadi korban perundungan (bullying). Perbedaan usia atau status di kelas dapat menjadi sasaran empuk bagi pelaku perundungan, yang memanfaatkan kerentanan siswa yang tidak naik kelas. Perundungan tidak hanya menyebabkan penderitaan emosional dan fisik, tetapi juga dapat membuat siswa takut untuk datang ke sekolah, menghambat kemampuan mereka untuk belajar dan bersosialisasi secara normal.

Selain itu, kesulitan beradaptasi juga menjadi masalah serius. Berada di kelas yang lebih muda bisa membuat siswa merasa tidak nyaman dan tidak pada tempatnya. Mereka mungkin kesulitan menemukan teman sebaya dengan minat yang sama, atau merasa canggung karena perbedaan usia dan kematangan. Adaptasi yang buruk ini dapat menghambat interaksi sosial mereka dan membuat mereka merasa semakin terisolasi.

Beban Finansial dan Keterlambatan Masa Depan

Keputusan tidak naik kelas juga memiliki dampak yang nyata pada aspek materi dan waktu. Bagi orang tua, ini berarti biaya tambahan yang tidak terduga. Mereka harus kembali mengeluarkan uang untuk seragam, buku, iuran sekolah, dan kebutuhan belajar lainnya untuk mengulangi pelajaran yang sama. Ini bisa menjadi beban finansial yang signifikan, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Dari sisi siswa, tidak naik kelas berarti keterlambatan pendidikan. Mereka akan terlambat menyelesaikan pendidikan mereka dibandingkan dengan teman-teman seangkatan. Hal ini bisa berdampak pada jenjang pendidikan selanjutnya, kesempatan kerja, dan bahkan prospek masa depan secara keseluruhan. Setiap tahun penundaan berarti satu tahun lebih lama sebelum mereka bisa berkontribusi secara penuh dalam masyarakat atau memulai karir mereka.

Yang tak kalah penting adalah kerugian waktu. Waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar materi baru, mengembangkan keterampilan baru, dan mengeksplorasi minat mereka, justru dihabiskan untuk mengulang materi lama. Ini adalah pemborosan waktu yang berharga, yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kemajuan dan pengembangan diri siswa.

Potensi Putus Sekolah yang Paling Menakutkan

Gabungan dari semua dampak negatif di atas — mulai dari tekanan psikologis yang menghancurkan, stigma sosial yang melumpuhkan, hingga beban materi dan waktu yang memberatkan — dapat meningkatkan risiko siswa putus sekolah secara signifikan. Ketika seorang siswa merasa putus asa, tidak termotivasi, dan tidak mendapatkan dukungan yang memadai, mereka cenderung melihat keluar dari sistem pendidikan sebagai satu-satunya jalan keluar.

Putus sekolah bukanlah akhir dari masalah, melainkan awal dari serangkaian tantangan baru. Siswa yang putus sekolah cenderung memiliki kesempatan kerja yang lebih terbatas, penghasilan yang lebih rendah, dan kualitas hidup yang lebih buruk. Ini adalah kerugian tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan.

Maka dari itu, sangat penting bagi semua pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan untuk menyadari betapa seriusnya dampak tidak naik kelas. Diperlukan pendekatan yang lebih holistik dan dukungan yang lebih kuat untuk siswa yang mengalami kesulitan belajar, bukan hanya sekadar solusi "tinggal kelas." Fokus harus bergeser dari sekadar menilai kegagalan, menuju pemahaman akar masalah dan penyediaan intervensi yang tepat agar setiap anak memiliki kesempatan untuk berhasil dan mengembangkan potensi penuh mereka.

gambar profil


Senin, 16 Juni 2025

Ketentuan Naik Kelas dalam Kurikulum Merdeka

Ketentuan naik kelas menjadi salah satu aspek yang sangat penting dalam sistem pendidikan. Dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka, pendekatan terhadap kenaikan kelas mengalami pergeseran signifikan dari kurikulum sebelumnya. Fokus utamanya adalah pada perkembangan holistik peserta didik, bukan lagi hanya berfokus pada nilai akhir peserta didik tiap semester. Hal ini dimaksudkan agar menciptakan lingkungan belajar yang lebih adaptif dan suportif bagi perkembangan peserta didik.

Dalam Kurikulum Merdeka kenaikan kelas, kenaikan kelas merupakan proses yang harus mempertimbangkan berbagai aspek, bukan hanya hasil ujian yang dilakukan guru. Beberapa prinsip dasarnya meliputi:

  1.  Holistik dan Komprehensif: Penilaian yang dilakukan guru tidak hanya didasarkan pada aspek kognitif, tetapi juga afektif (sikap) dan psikomotorik (keterampilan) dengan mengunakan beragam asesmen.
  2. Berpusat pada Peserta Didik: Keputusan kenaikan kelas mengutamakan keberhasilan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran dan kompetensi yang ditetapkan.
  3. Fleksibilitas: Satuan pendidikan (sekolah) memiliki hak dan tanggung jawab yang lebih besar dalam menentukan kriteria dan syarat naik kelas, disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik yang ada dan dijabarkan dalam KOSP.
  4. Pembelajaran Berdiferensiasi: Adanya pengakuan bahwa setiap peserta didik memiliki kecepatan belajar yang berbeda, sehingga proses penilaian dan penentuan kenaikan kelas pun disesuaikan.

Meskipun terdapat fleksibilitas, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah memberikan rambu-rambu dan panduan umum mengenai kriteria kenaikan kelas dalam Kurikulum Merdeka. Kriteria ini dapat dipelajari lebih lanjut dalam panduan pembelajaran dan asesmen, serta dapat diadaptasi oleh setiap sekolah melalui Kurikulum operasional Satuan Pendidikan (KOSP) yang mereka miliki.

Secara umum, beberapa indikator yang menjadi pertimbangan utama dalam menetukan kenaikan kelas antara lain:

  1. Pencapaian Tujuan Pembelajaran (TP): Peserta didik dinyatakan naik kelas jika telah mencapai ketuntasan minimum dari Tujuan Pembelajaran yang telah ditetapkan untuk setiap mata pelajaran dan tidak boleh lebih dari dua mata pelajaran yang tidak tuntas. Ketuntasan ini dilihat dari akumulasi hasil asesmen formatif dan sumatif yang dilakukan sepanjang semester dan tahun pelajaran.
  2. Perkembangan Karakter Peserta Didik sesuai Profil Pelajar Pancasila: Selain akademik, perkembangan karakter peserta didik yang mengacu pada enam dimensi Profil Pelajar Pancasila (Beriman, Bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia; Berkebinekaan Global; Gotong Royong; Mandiri; Bernalar Kritis; dan Kreatif) juga harus menjadi pertimbangan penting. Observasi dan asesmen non-kognitif perlu digunakan untuk menilai aspek ini.
  3. Kehadiran: Tingkat kehadiran peserta didik di sekolah tetap menjadi salah satu indikator kedisiplinan dan komitmen dalam mengikuti proses pembelajaran. Namun, persentase kehadiran dapat disesuaikan oleh sekolah dengan mempertimbangkan kondisi dan kebijakan lokal.
  4. Pertimbangan Guru dan Orang Tua/Wali: Keputusan kenaikan kelas tidak hanya bersifat angka, melainkan melibatkan musyawarah antara guru mata pelajaran, wali kelas, guru bimbingan konseling (BK), dan bahkan mempertimbangkan masukan dari orang tua atau wali peserta didik. Ini memastikan bahwa keputusan yang diambil adalah yang terbaik untuk perkembangan peserta didik.
  5. Tindak Lanjut Asesmen Diagnostik: Jika ditemukan peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran tertentu, sekolah diharapkan untuk melakukan asesmen diagnostik untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi peserta didik. Selanjutnya, satuan pendidikan perlu melaksanakan program remedial atau intervensi yang sesuai sebelum memutuskan peserta didik naik kelas.

Perubahan ketentuan kenaikan kelas ini membawa implikasi penting:

  1. Bagi Satuan Pendidikan: Diperlukan penyusunan KOSP yang jelas dan transparan mengenai kriteria kenaikan kelas, serta sosialisasi yang efektif kepada semua pihak.
  2. Bagi Guru: Guru dituntut untuk melakukan asesmen yang beragam, tidak monoton dan hanya berbasis kertas dan pensil, serta lebih fokus pada pengamatan perkembangan peserta didik secara rutin dan berkelanjutan. Kolaborasi antar guru dan orang tua juga perlu dilakukan.
  3. Bagi Orang Tua/Wali: Peran orang tua semakin penting dalam memantau dan mendukung proses belajar anak, serta menjalin komunikasi aktif dengan pihak sekolah mengenai perkembangan anak mereka.

Fleksibilitas dalam menentukan kenaikan kelas di Kurikulum Merdeka bukan berarti melonggarkan standar, melainkan justru mendorong satuan pendidikan untuk lebih adaptif dalam memfasilitasi setiap peserta didik. Tujuannya adalah menciptakan budaya belajar yang positif, di mana setiap peserta didik merasa dihargai, didukung, dan memiliki kesempatan optimal untuk berkembang sesuai potensinya. Dengan demikian, kenaikan kelas bukan hanya sekadar formalitas administratif, tetapi cerminan dari keberhasilan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran dan tumbuh menjadi pribadi yang berprofil Pancasila.

Kamis, 07 November 2024

Budaya Bersalaman Merupakan Kunci Membangun Karakter di Sekolah

Budaya bersalaman setiap pagi telah menjadi tradisi yang tak terpisahkan di hampir semua sekolah. Setiap hari, peserta didik dan guru saling berjabat tangan sebagai tanda sapa dan penghormatan.

Salam salaman ini bukan hanya sekedar kebiasaan, tetapi juga cara sekolah membangun hubungan yang harmonis dan saling menghormati. Selain menciptakan suasana yang hangat, kebiasaan ini juga dinilai efektif untuk meningkatkan kedisiplinan siswa dan menumbuhkan rasa percaya diri.

Dalam upaya meningkatkan kedisiplinan dan mempererat hubungan antar warga sekolah, maka sekolah membudayakan tradisi salam-salaman di waktu pagi. Program ini biasanya dilaksanakan bagi semua pesrta didik dan guru setiap pagi di pintu pagar saat memasuki sekolah.

Program salam-salaman diharapkan dapat menjadi contoh baik bagi semua warga sekolah dan berdampak positif bagi perkembangan peserta didik. Dampak positif yang diharapkan adalah membangun hubungan baik antar warga sekolah, meningkatkatkan rasa percaya diri, menumbuhkan rasa hormat, dan meningkatkan kedisipilinan. Selain itu bersalaman antar warga sekolah juga diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menanamkan nilai-nilai sosial.

Bersalaman antara guru dan peserta didik dapat menciptakan hubungan yang baik antar warga sekolah  yaitu mempererat ikatan emosional antara guru dan peserta didik, membuat peserta didik merasa lebih nyaman dan dihargai oleh gurunya.

Sapaan hangat dari guru saat bersalaman dapat meningkatkan kepercayaan diri peserta didik,  terutama bagi peserta didik yang pemalu atau merasa kurang percaya diri. Peserta didik bersalaman dengan guru mengajarkan peserta didik untuk menghormati orang lain, terutama orang yang lebih tua dari mereka.

Bersalaman menjadi salah satu bentuk rutinitas yang baik dan perlu dilakukan untuk membantu peserta didik terbiasa dengan kedisiplinan karena guru dapat memantaunya setiap hari. Bersalaman yang dilakukan dengan tulus dapat menciptakan suasana kelas yang hangat, kondusif dan mendukung proses pembelajaran. Salam-salamana yang dilakukan dengan rutin mengajarkan peserta didik tentang pentingnya bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain.

Saat bersalaman perlu memperhatikan tata cara bersalaman yaitu menyampaikan salam dengan senyuman dan tatapan mata yang ramah, memperhatikan etika dan budaya yang berlaku dalam masyarakat, pastikan tangan dalam kondisi bersih sebelum bersalaman.

Budaya bersalaman di sekolah merupakan investasi jangka panjang yang sangat berharga. Melalui tindakan sederhana ini, kita dapat membangun generasi muda yang memiliki karakter yang kuat, berprestasi, dan mampu bersosialisasi dengan baik. Mari kita terus mendorong dan mempertahankan tradisi baik ini agar sekolah menjadi tempat yang nyaman, menyenangkan, dan inspiratif bagi semua. (Abusyix)

Minggu, 27 Oktober 2024

Merokok Identik dengan Menghisap Racun

Merokok, merupakan suatu kebiasaan yang begitu lumrah di masyarakat, ternyata menyimpan bahaya yang sangat serius bagi kesehatan. Di balik kepulan asap yang dianggap keren dan menenangkan, tersembunyi ribuan zat kimia berbahaya yang dapat merusak tubuh secara perlahan. Lebih dari sekadar kebiasaan buruk, merokok sebenarnya adalah tindakan kriminal yang terselubung terhadap diri sendiri dan orang lain.

Asap rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia, di antaranya nikotin, tar, dan karbon monoksida. Nikotin adalah zat adiktif yang sangat kuat, menyebabkan ketergantungan yang sulit dicari penawarnya. Tar merupakan zat karsinogen yang dapat menyebabkan kanker paru-paru, tenggorokan, mulut, dan berbagai jenis kanker lainnya. Sementara itu, karbon monoksida mengganggu pengangkutan oksigen dalam darah, sehingga organ-organ tubuh kekurangan oksigen.

Selain merusak kesehatan fisik, merokok juga berdampak buruk pada kesehatan mental. Nikotin dapat mengganggu fungsi otak, menyebabkan kesulitan konsentrasi, penurunan daya ingat, dan meningkatkan risiko depresi. Dengan kata lain, merokok tidak hanya membuat tubuh sakit, tetapi juga membuat pikiran menjadi kacau dan tumpul.

Merokok seringkali dikaitkan dengan citra kebebasan dan kemandirian. Padahal, kenyataannya adalah merokok membuat seseorang menjadi budak nikotin. Para perokok seringkali merasa kesulitan untuk berhenti merokok, meskipun mereka tahu bahwa kebiasaan ini sangat berbahaya.

 Selain itu, merokok juga merupakan tindakan yang tidak sopan dan tidak bertanggung jawab. Asap rokok mengandung ribuan partikel berbahaya yang dapat mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan orang lain, terutama anak-anak, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan.

Ada anggapan bahwa tembakau yang terkandung dalam rokok memiliki khasiat obat. Memang, beberapa senyawa dalam tembakau memiliki sifat anti-inflamasi dan analgesik. Namun, kandungan nikotin dan zat-zat berbahaya lainnya dalam rokok jauh lebih dominan dan efeknya jauh lebih buruk daripada manfaatnya.

Dampak merokok terhadap kesehatan sangatlah luas dan beragam, mulai dari penyakit ringan hingga penyakit kronis yang mengancam jiwa. Beberapa dampak merokok yang paling umum adalah:

  1. Penyakit paru-paru: Kanker paru-paru, bronkitis kronis, emfisema, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
  2. Penyakit jantung dan pembuluh darah: Serangan jantung, stroke, aterosklerosis.
  3. Kanker: Kanker mulut, tenggorokan, esofagus, kandung kemih, dan pankreas.
  4. Gangguan pernapasan: Batuk kronis, sesak napas, infeksi saluran pernapasan atas.
  5. Masalah gigi dan mulut: Penyakit periodontal, bau mulut, perubahan warna gigi.
  6. Gangguan kulit: Penuaan dini, kulit kusam, dan kerutan.
  7. Gangguan reproduksi: Disfungsi ereksi pada pria, gangguan menstruasi pada wanita, dan risiko keguguran.

Pencegahan merokok adalah upaya yang sangat penting untuk melindungi generasi muda dari bahaya rokok. Berikut adalah beberapa solusi ditawarkan agar dapat dilakukan antara lain:

  1. Pendidikan: Memberikan edukasi tentang bahaya merokok kepada anak-anak sejak dini.
  2. Penerapan peraturan: Menetapkan larangan merokok di tempat umum dan meningkatkan penegakan hukum terhadap pelanggar.
  3. Kampanye anti-rokok: Melakukan kampanye yang masif untuk mengubah persepsi masyarakat tentang merokok.
  4. Peningkatan akses layanan berhenti merokok: Menyediakan layanan konseling dan pengobatan untuk membantu para perokok berhenti.

Merokok adalah sebuah kejahatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Tidak ada alasan yang cukup kuat untuk membenarkan kebiasaan buruk ini. Mari kita bersama-sama melawan bahaya rokok dan menciptakan lingkungan yang bebas asap rokok.

Peran keluarga dan masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan dan penanganan masalah merokok. Orang tua harus menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya dengan tidak merokok. Selain itu, masyarakat juga perlu menciptakan lingkungan yang mendukung bagi para perokok yang ingin berhenti.

Jika anda adalah seorang perokok, jangan ragu untuk mencari bantuan untuk berhenti merokok. Banyak program dan layanan yang tersedia untuk membantu Anda mengatasi kecanduan nikotin. Ingatlah, anda tidak hanya seorang diri perjuangan ini. Ada ribuan pecandu lainnya yang ingin keluar dari kecanduan nikotin. (Abusyix)


Selasa, 22 Oktober 2024

Manfaat Hidup Sederhana ala Rasulullah

Rasulullah Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam (SAW) dikenal sebagai sosok yang sangat sederhana dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Meskipun beliau merupakan seorang nabi dan rasul utusan Allah, beliau tidak pernah menunjukkan sikap angkuh, sombong dan berlebihan dalam segala hal. Beliau malah mengajarkan kepada umatnya untuk selalu hidup sederhana, bersyukur atas segala yang dimiki, dan selalu mengingat akhirat.

Hidup sederhana dalam Islam bukan berarti hidup dengan penuh kesusahan atau berada di bawah garis kemiskinan. Hidup sederhana adalah suatu pilihan agar kita tidak terjebak dalam kehidupan yang materialitik dan selalu merasa cukup dengan apa yang dimiliki. Dengan hidup sederhana, kita dapat lebih konsentrasi pada ibadah dan beramal, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan membantu sesama makhluk ciptaan Allah.

Banyak ayat suci Al-Qur'an dan hadits yang menganjurkan agar umat Islam untuk hidup sederhana. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut. 
Alqur;an Surah Al-Isra’ ayat 27: Allah SWT berfirman yang artinya, “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan sombong, karena sesungguhnya kamu tidak dapat membelah bumi dan kamu tidak dapat menyamai gunung-gunung tingginya.”
QS. Al-A’raf ayat 31: Allah SWT berfirman yang artinya, “Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.”  
Dalam Hadist Riawayat Bukhari dan Muslim: Nabi Muhammad SAW bersabda, yang artinya, “Dunia laksana perhiasan, dan seindah-indah perhiasan dunia yaitu perempuan shalihah.”

Nabi Muhammad SAW telah memberikan cukup banyak contoh nyata tentang kehidupan sederhana. Beberapa contohnya adalah Rasulullah SAW selalu mengenakan pakaian yang sederhana dan suci. Beliau tidak pernah menggunakan pakaian yang mewah seperti batu permata. Rasulullah SAW sangat sederhana dalam hal makanan. Beliau sering makan makanan yang sederhana dan bergizi, seperti kurma,gandum, dan susu. Selain itu, Rumah Rasulullah SAW sangat sederhana. Beliau tidak memiliki rumah dan perabotan yang megah. Dalam melakukan perjalanan, Rasulullah SAW biasanya berjalan kaki atau menunggang unta untuk bepergian. Beliau tidak pernah menggunakan kendaraan yang mewah.

Hidup sederhana memiliki banyak manfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Beberapa di antaranya adalah menumbuhkan rasa syukur, mendekatkan diri kepada Allah, menjaga kesehatan, menjaga lingkungan, dan membantu sesama.

Dengan hidup sederhana, kita akan lebih mudah mensyukuri nikmat yang Allah SWT berikan. Ingatlah bahwa selalu ada orang yang memiliki lebih sedikit dari kita. Ini akan membuat kita lebih menghargai apa yang sudah kita miliki. Bersyukur atas nikmat kesehatan, keluarga, dan kemampuan yang kita miliki. Bandingkan dengan orang-orang yang sedang berjuang dengan masalah yang lebih besar.

Hidup sederhana dapat membantu kita agar lebih fokus pada ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hidup sederhana bukan hanya sekadar gaya hidup, tetapi juga menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dengan mengurangi keterikatan pada duniawi dan fokus pada hal-hal yang lebih penting, kita dapat lebih khusyuk dalam beribadah dan merasakan kehadiran-Nya.

Hidup sederhana dapat mencegah serta mengelola stres dan membantu menaja kesehatan jasmani dan rohani. Gaya hidup sederhana berkaitan erat dengan tingkat stres yang lebih rendah. Kurangnya tuntutan materi dan gaya hidup yang cepat dapat memberikan ketenangan pikiran.Orang yang hidup sederhana lebih memilih makanan segar dan alami dibandingkan makanan olahan. Hal ini dapat meningkatkan asupan nutrisi dan mengurangi risiko penyakit kronis. Orang yang hidup sederhana lebih dapat berinteraksi dengan sesama teman, sehingga menumbuhkan hubungan sosial yang kuat. Interaksi sosial yang kuat  dapat meningkatkan kesehatan mental.

Hidup sederhana dapat mengurangi konsumsi sumber daya alam dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Gaya hidup sederhana mendorong kita untuk lebih bijak dalam mengkonsumsi barang dan jasa. Dengan mengurangi konsumsi yang berlebihan, dengan sendirinya kita mengurangi permintaan terhadap sumber daya alam. Ketika kita membeli lebih sedikit barang, maka produksi sampah akan berkurang. Penumpukan sampah menjadi salah satu masalah lingkungan yang serius.

Dengan hidup sederhana, kita dapat lebih banyak bersedekah dan membantu orang-orang yang membutuhkan. Dengan mengurangi pengeluaran untuk hal yang tidak terlalu penting, kita memiliki lebih banyak uang yang bisa disisihkan untuk bersedekah kepada orang yang membutuhkan. Hidup sederhana membantu kita lebih menghargai apa yang kita miliki dan menyadari bahwa tidak semua orang memiliki keberuntungan yang sama. Hal ini dapat meningkatkan empati dan mendorong kita untuk lebih peduli terhadap sesama.

Hidup sederhana merupakan ajaran Islam yang sangat penting dilaksanakan. Dengan hidup sederhana, kita dapat meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak. Mari kita teladani kehidupan Rasulullah SAW dan menerapkan nilai-nilai kesederhanaan dalam kehidupan sehari-hari. (Abusyix)

Senin, 21 Oktober 2024

PMM: Antara Beban Administrasi dan Transformasi Kinerja Guru

Platform Merdeka Mengajar (PMM) menjadi sorotan yang sangat tajam seiring dengan penerapan perubahan kebijakan terkait pengelolaan kinerja kepala sekolah dan guru. Kebijakan terbaru yang mengharuskan guru dan kepala sekolah untuk menggunakan fitur pengelolaan kinerja yang ada di dalam PMM. Pengelolaan kinerja di PMM bertujuan untuk menyederhanakan proses dan meningkatkan efektivitas penilaian kinerja.

Namun, di balik upaya tersebut, muncul kekhawatiran dan kecemasan akan semakin bertambahnya beban kerja dan administrasi kepala sekolah dan guru. Banyak kepala sekolah dan guru mengeluhkan akan tuntutan untuk mengumpulkan sertifikat dan memenuhi berbagai indikator kinerja justru dapat mengalihkan fokus mereka dari tugas utama sebagai pendidik.

Surat Edaran Nomor 0559/B.B 1/GT.02.00/2024 dari Kemendikbudristek memberikan arahan yang lebih jelas dan rinci terhadap penggunaan PMM. Sekarang, fitur-fitur seperti pelatihan mandiri dan refleksi kompetensi sifat tidaklah wajib, namun pengelolaan kinerja bagi semua guru ASN dan kepala sekolah ASN tetap menjadi kewajiban yang harus dikerjakan. Sekarang PMM menitik beratkan pada pengelolaan kinerja kepala sekolah ASN dan guru ASN.

Menurut Adifyan Rahmat Asga dari Tim Kerja Substansi Pengelolaan Kinerja Kemendikbudristek, tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk mengintegrasikan sistem pengelolaan kinerja yaitu dengan memusatkan data kinerja di PMM, proses pelaporan dan evaluasi menjadi lebih efisien. Selain itu, PMM dirancang untuk mengurangi beban administrasi: dengan menyederhanakan proses pengisian SKP dan memberikan rekomendasi indikator yang relevan. PMM juga dirancang untuk meningkatkan kualitas kinerja. Di PMM tersedia indikator yang jelas, guru diharapkan agar dapat lebih berkonsenterasi pada peningkatan kualitas pembelajaran bagi peserta didik dan pengembangan dirinya..

Walaupun terdapat banyak kegunaan fitur-fitur yang ada di PMM, implementasi kebijakan ini juga menghadapi beberapa tantangan dan rintangan. Diantaranya, beberapa guru masih merasa terbebani dengan tuntutan untuk mengumpulkan sertifikat dan memenuhi berbagai indikator kinerja. Selain itu, terkendala dengan akses internet yang belum dapat diakses dengan merata. Ketersediaan perangkat digital di daerah-daerah juga dapat menghambat penggunaan PMM secara optimal, dan membutuhkan waktu bagi guru untuk menyesuaikan diri dengan sistem pengelolaan kinerja yang baru.

Untuk meminimal hambatan seperti disebutkan di atas, ada banyak altertanatif dapat dilakukan antara lain 1) Perlu memberi pemahaman yang lebih mendalam kepada guru mengenai tujuan dan manfaat PMM, serta cara penggunaannya yang efektif, 2) Indikator kinerja perlu terus dievaluasi dan disesuaikan agar lebih relevan dan tidak memberatkan guru, 3) Pemerintah perlu memastikan ketersediaan akses internet yang lancer dan perangkat digital yang memadai di seluruh sekolah, 4) Program pengembangan profesional guru perlu dirancang untuk mendukung pemanfaatan PMM secara optimal.

PMM memiliki harapan besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Namun, keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, kepala sekolah dan guru itu sendiri. Dengan komunikasi yang baik dan kolaborasi yang erat, diharapkan PMM dapat menjadi sarana yang efektif untuk mendukung pengembangan profesional guru dan meningkatkan kualitas pembelajaran. (Abusyix)

Minggu, 20 Oktober 2024

SMP Negeri 1 Nisam Antara, Mutiara Terpendam di Pedalaman Aceh Utara

SMP Negeri 1 Nisam Antara Kabupaten Aceh Utara, sebuah lembaga pendidikan formal yang telah lama berkontribusi besar dalam mencerdaskan generasi muda. Sekolah ini memiliki sejarah panjang yang patut diteladani. Didirikan pada tahun 1994 atas inisiatif Geuchik Gampong Alue Dua, Ilyas Khuna,yang pada saat itu masih berada dalam Kecamatan Nisam. SMP Negeri 1 Nisam Antara telah berkembang dengan pesat dari sebuah lembaga pendidikan formal sederhana menjadi salah satu sekolah favorit di wilayah tersebut.

Di tahun pertama berdirinya, SMP Negeri 1 Nisam Antara hanya mempunyai 10 orang guru dan 2 orang staf yang bertatus tenaga bakti. Dengan keterbatasan guru dan staf,  sekolah terus berjuang dan berinovasi untuk memberikan pendidikan terbaik untuk peserta didiknya. Kesungguhan kepala sekolah, para guru dan dukungan masyarakat akhirnya membuahkan hasil. Pada akhir tahun 1994, SMP Negeri 1 Nisam Antara mulai mendapatkan 3 orang guru PNS. Dengan demikian, semakin meningkatnya kualitas pembelajaran yang diperoleh peserta didik.

Salah satu prestasi gemilang yang pernah diraih oleh SMP Negeri 1 Nisam Antara adalah ketika sekolah ini berhasil meraih status sebagai sekolah berstandar nasional pada tahun pelajaran 2011/2012. Prestasi ini membuktikan bahwa sekolah ini mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya di tingkat nasional.

Seiring dengan perkembangan zaman, SMP Negeri 1 Nisam Antara terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Saat ini, sekolah menerapkan kurikulum merdeka untuk seluruh jenjang kelas. Selain itu, sekolah juga telah membudayakan berbagai kegiatan positif seperti salam-salaman saat masuk sekolah, yasinan pada hari Jumat pagi, dan senam pagi pada hari Sabtu. Pembiasaan-pembiasaan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, nyaman, dan kondusif bagi proses belajar mengajar.

SMP Negeri 1 Nisam Antara dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang mendukung proses belajar mengajar, seperti ruang kelas yang memadai, ruang komputer, laboratorium IPA, dan perpustakaan. Selain itu, sekolah juga memiliki halaman yang luas dan asri, sehingga siswa dapat belajar dengan nyaman dan menyenangkan.

Saat ini, SMP Negeri 1 Nisam Antara dipimpin oleh Ibu Cut Yusna. Di bawah kepemimpinannya, sekolah terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan yang terbaik bagi para peserta didiknya. Seperti yang telah diketahui bahwa Ibu Cut Yusna merupakan salah seorang pengajar praktik bagi calon guru penggerak di Kabupaten Aceh Utara. Dengan demikian kemampuan untuk membina dan membimbing guru tidak perlu diragukan lagi.

Dengan sejarah yang panjang, prestasi yang membanggakan, dan dukungan dari berbagai pihak, SMP Negeri 1 Nisam Antara memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi sekolah yang lebih maju dan unggul. Ke depannya, diharapkan sekolah ini dapat terus berinovasi dan melahirkan generasi muda yang cerdas, berkarakter sesuai dengan profil pelajar pancasila yang Islami, dan berprestasi. (Abusyix)

Sabtu, 19 Oktober 2024

Pentingnya Platform Merdeka Mengajar bagi Guru Non-PNS

Platform Merdeka Mengajar (PMM) dicetus sebagai suatu media belajar yang sangat bermanfaat bagi semua guru, termasuk guru non-PNS. Pada artikel ini, akan dijelaskan beberapa alasan tentang pentingnya PMM bagi guru non-PNS.

PMM menyediakan sumber belajar belajar yang lengkap, terdiri dari modul ajar, modul Projek, video tutorial, sampai contoh-contoh praktik baik yang dilakukan guru. Kesemuanya bermaksud untuk meningkatkan  pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. Guru non-PNS dapat mengakses sumber-sumber belajar tersebut dengan mudah untuk memperkaya materi pembelajaran mereka. PMM merupakan tempat yang nyaman untuk mendapatkan sumber belajar yang melimpah.

PMM memberikan kebebasan kepada guru untuk belajar sesuai waktu yang dimilikinya dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Dengan demikian, guru non-PNS dapat mengembangkan diri kapanpun yang diinginkan, sehingga guru non-PNS dapat mengikuti pelatihan maupun webinar tanpa harus terikat dengan waktu yang dijadwalkan.

PMM merupakan wadah berkumpul para guru untuk berkolaborasi dan berbagi pengetahuan dan temuan lapangan sesama guru lain baik dari sekolah yang sudah akreditasi A maupun sekolah yang belum terakreditasi yang ada di nusantara. Guru non-PNS dapat berdiskusi untuk bertukar pendapat dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

PMM dirancang oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) khusus untuk mendukung guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Guru non-PNS akan bisa memiliki panduan dan dukungan yang komprehensif dalam melaksanakan Kurikulum Merdeka di sekolah.

PMM dapat menjadi sarana pengembangan kompetensi dan peningkatan professional guru. Terdapat banyak fitur di PMM yang dapat membantu guru non-PNS mengembangkan berbagai kompetensi yang diperlukan. Di PMM guru dapat mengembangkan kompetensi pedagogik, sosial emosional dan teknologi.  Demikian juga dengan guru non-PNS dapat meningkatkan kompetensinya dan menjadi guru yang lebih berkualitas di mata peserta didiknya.

Secara singkat, PMM memberikan banyak manfaat bagi guru non-PNS, yaitu memperkaya pengetahuan dan keterampilan pedagogik, memudahkan akses terhadap sumber belajar yang sesuai, dan memfasilitasi kolaborasi dengan guru lain. PMM juga dapat mendukung implementasi Kurikulum Merdeka dan meningkatkan profesionalisme dan kualitas pembelajaran di sekolah.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa PMM bukan hanya sekadar platform, tetapi juga menjadi teman setia yang tidak pernah marah bagi guru non-PNS. sehingga dapat memudahkan guru non-PNS dalam mengembangkan diri dan memberikan yang terbaik bagi peserta didik. PMM memberi kesempatan yang sama bagi semua guru, baik PNS maupun non-PNS. (Abusyix)